Install MIMDATU APPS
Untuk menggunakan aplikasi ini di Android, silakan install ke layar utama terlebih dahulu.
  1. Tap tombol di bawah ini jika muncul jendela install.
  2. Jika tidak muncul, gunakan menu browser: Tambahkan ke Layar Utama.
Menyiapkan instalasi...
Kembali ke Menu Seputar Ramadhan

Dalam rangkaian ayat-ayat yang berbicara tentang puasa, Allah menjelaskan bahwa Al-Quran diturunkan pada bulan Ramadhan. Dan pada ayat lain dinyatakannya bahwa Al-Quran turun pada malam Qadar. Ini berarti bahwa di bulan Ramadhan terdapat malam Qadar itu, yang menurut Al-Quran lebih baik dari seribu bulan. Para malaikat dan Ruh (Jibril) silih berganti turun seizin Tuhan, dan kedamaian akan terasa hingga terbitnya fajar.

Bulan Ramadhan adalah bulan yang mulia dan banyak sekali keutamaan yang dijumpai di dalamnya, antara lain:

1. Bulan yang diberkahi oleh Allah.

إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَ غُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ وَ صُفِّدَتِ الشَّيَاطِيْنُ

“Apabila datang bulan Ramadhan maka dibukalah pintu-pintu surga dan ditutuplah pintu-pintu neraka,dan setan-setan diikat (dibelenggu).” (HR. Bukhari dan Muslim)

2. Waktu yang Mustajab untuk Berdoa.

لِكُلِّ مُسْلِمٍ دَعْوَةٌ مُسْتَجَابَةٌ يَدْعُوْ بِهَا فِيْ رَمَضَانَ

“Setiap muslim memiliki doa yang mustajab (terkabulkan) yang ia berdoa dengannya pada bulan Ramadhan.” (HR. Ahmad)

3. Ramadhan Bulan Turunya Al-Qur’an.

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْ أُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَ بَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَ الْفُرْقَان

“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan yang di dalamnya diturunkan (permulaan)Al Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan sebagai penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan batil)” (QS. Al Baqarah : 185)

4. Puasa Ramadhan adalah Salah Satu Rukun Islam

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ

 "Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa."

5. Pada Bulan Mulia ini Disunatkan Shalat Tarawih.

 مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barangsiapa mendirikan shalat malam Ramadhan karena iman dan mengharap pahala (dari Allah) niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. ” (Hadits Muttafaq ‘Alaih).

6. Pada bulan Ramadhan terdapat Lailatul Qadar.

Malam yang lebih baik daripada seribu bulan, atau sama dengan 83 tahun 4 bulan. Malam di mana pintu-pintu langit dibukakan, do’a dikabulkan, dan segala takdir yang terjadi pada tahun itu ditentukan.

7. Peristiwa Perang Badar

Pada bulan ini terjadi peristiwa besar yaitu Perang Badar, yang pada keesokan harinya Allah membedakan antara yang haq dan yang bathil, sehingga menanglah Islam dan kaum muslimin serta hancurlah syirik dan kaum musyrikin.

8. Pembebesan Kota Mekkah

Pada bulan suci ini terjadi pembebasan kota Makkah Al-Mukarramah, dan Allah SWT memenangkan Rasul-Nya, sehingga umat manusia masuk ke dalam agama Allah dengan berbondong-bondong, sehingga Makkah pun menjadi negeri Islam.


Salah satu rukun Islam yang harus kita yakini dan di amalkan setiap muslim adalah ibadah puasa. Dalam Islam , kita mengenal dua bentuk ibadah puasa, yaitu puasa wajib dan puasa sunnah.
Puasa Ramadhan banyak memiliki keutamaan-keutamaan, ada Lima Keutamaan Puasa Ramadhan yang dapat kita raih.
1. Dijauhkan dari neraka
مَنْ صَامَ يَوْمًا فِيْ سَبِيْلِ اللهِ بَاعَدَ اللهُ وَجْهَهُ عَنِ النَّارِ سَبِعِيْنَ خَرِيْفًا
Barangsiapa berpuasa satu hari di jalan Allah akan dijauhkan Allah dirinya dari neraka sejauh perjalanan tujuh puluh tahun.
2. Perisai untuk membentengi diri
الصِّيَامُ جُنَّةٌ
Puasa itu adalah perisai.
3. Memperoleh dua kegembiraan ketika berbuka dan Mengahadap Allah.
لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ فَرْحَةٌ عِنْدَ إِفْطَارِهِ وَفَرْحَةٌ حِيْنَ يَلْقَى رَبَّهُ عَزَّوَجَلَّ
Orang yang berpuasa itu memiliki dua kegembiraan; kegembiraan saat berbuka puasa dan kegembiraan ketika menghadap Tuhannya Yang Maha Perkasa Lagi Maha Agung.
4. Akan diampuni dosanya
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَلَهُ مَاتَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Barangsiapa berpuasa pada bulan Ramadhan dengan penuh Iman dan introspeksi diri akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.
5. Menghapuskan dosa-dosa yang lalu
الصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ وَالْجُمْعَةُ إلَى الْجُمْعَةِوَرَمَضَانُ إِلَى رمَضَانَ مُكَفِّرَاتٌ مَابَيْنَهُنَّ إِذَا اجْتَنَبَ الْكَبَائِرَ
Sholat lima waktu, sholat jum’at sampai sholat jum’at berikutnya, puasa Ramadhan sampai Ramadhan berikutnya menghapus dosa yang dilakukan antara satu dengan yang berikutnya selama tidak dilakukan dosa-dosa besar.
Sesungguhnya hakikat dari berpuasa adalah untuk menahan hawa nafsu, yang mana hawa nafsu tersebut adalah musuh setiap insan yang bertakwa. Dan dari puasa itu, ada banyak sekali hikmah yang bisa ditemukan dan dikaji, khususnya dalam hal fisik, yaitu menyehatkan fisik manusia, juga dalam masalah kejiwaan.
6. Manfaat Puasa Bagi Kesehatan Fisik
Puasa ditinjau dari kesehatan fisik, banyak mengandung hikmah atau manfaat. Nabi Muhammad SAW. bersabda, “Berpuasalah kamu, niscaya kamu akan sehat”.
7. Manfaat puasa bagi kesehatan psikis (kejiwaan)
Salah satu ciri jiwa yang sehat adalah kemampuan seseorang untuk mengendalikan diri. Pengendalian diri atau self control amat penting bagi kesehatan jiwa sehingga daya tahan mental dalam menghadapi berbagai stress kehidupan meningkat karenanya. Saat berpuasa, kita berlatih kemampuan menyesuaikan diri terhadap tekanan tersebut, sehingga kita menjadi lebih sabar dan tahan terhadap berbagai tekanan.

Puasa secara bahasa artinya adalah menahan diri, sedangkan secara istilah artinya beribadah kepada Allah SWT dengan menahan diri dari makan, minum, perbuatan buruk, dan pembatal puasa lainnya, dari mulai terbit fajar hingga terbenamnya matahari.

Siapa sih yang tidak mengenal ibadah puasa?

Anak-anak pasti sudah tahukan kalau ibadah puasa ini adalah ibadah yang mengharuskan manusia yang melaksanakan ibadah ini untuk menahan lapar, serta segala sesuatu segala sesuatu yang membatalkannya.

 Puasa Ramadhan ini dilaksanakan ketika sudah memasuki tanggal 1 bulan Ramadhan menurut tanggalan hijriyah, pelaksanaan puasa Ramadhan ini dilakukan selama satu bulan penuh dalam bulan Ramadhan, sekitar 29 sampai 30 hari.

Syarat Wajib Puasa

Dalam ibadah puasa, ada syarat wajib dan syarat sah yang sudah ditetapkan. Perhatikan beberapa syarat ini agar ibadah puasa dapat dijalankan sesuai syariat.

1. Beragama Islam

Syarat yang pertama adalah beragama Islam. Oleh karenanya, mereka yang tidak mengimani Islam tidak berkewajiban untuk menjalankan puasa.

2. Baligh

Anak-anak kecil tidak berkewajiban untuk menjalankan puasa-puasa wajib, akan tetapi, orang tuanya wajib melatihnya untuk menjalankan puasa sejak umur tujuh tahun.

3. Berakal

Hanya orang yang berakal saja yang wajib melaksanakan puasa. Menurut kesepakatan ulama, orang gila termasuk orang yang tidak berakal, sehingga ia tidak diwajibkan untuk berpuasa.

4. Sehat

Orang yang sakit tidak memiliki kewajiban untuk melaksanakan puasa wajib seperti Ramadhan. Namun, ia harus menggantinya di hari lain.

5. Mampu

Bagi mereka yang sudah lemah secara fisik karena usia atau tidak memungkinkan puasa, maka mereka tidak wajib melaksanakan puasa.

6. Tidak Sedang dalam Perjalanan

Tidak semua jenis perjalanan membolehkan seseorang tidak berpuasa. Perjalanan yang dimaksud ada syarat-syaratnya.

7. Suci dan Haid dan Nifas

Wanita yang sedang haid atau nifas, tidak diwajibkan untuk menjalankan ibadah puasa.

Yang Mendapatkan Keringanan Tidak Berpuasa

Apabila terdapat halangan melaksanakan, maka wajib mengganti atau meng-qadha’ pada lain waktu atau membayar fidyah.

1. Orang yang Sakit

Orang sakit yang diizinkan tidak berpuasa adalah orang sakit yang apabila menjalankan puasa, dapat memperparah kondisi penyakitnya tersebut. Walaupun tidak berpuasa, orang tersebut tetap harus mengganti puasanya.

2. Musafir yang Sedang Menempuh Perjalanan Jauh

Seorang musafir diperbolehkan tetap melaksanakan ibadah puasa atau tidak berpuasa. Jika ia memilih tidak berpuasa, maka wajib mengganti pada hari lain sebelum datang Ramadan berikutnya.

3. Orang yang Sudah Tua dan Tidak Mampu Berpuasa

Orang yang tidak berkewajiban melaksanakan puasa selanjutnya adalah lansia yang sudah tak mampu lagi menjalankan ibadah puasa. Namun, meski tak wajib berpuasa mereka wajib membayar fidyah atau denda.

4. Wanita Hamil atau Menyusui

Kondisi wanita hamil atau menyusui banyak menuai perdebatan, apakah wajib membayar fidyah ataukah mengganti pada hari lain di luar Ramadan.

5. Wanita yang Sedang Haid dan Nifas

Berbeda dengan golongan orang yang mendapatkan keringanan tidak berpuasa, wanita dalam keadaan haid bahkan dilarang untuk berpuasa dan melakukan ibadah lainnya.